UNITY 2020

Desain Maskot - Artikel - Cipta Cerpen - Fotografi - Musikalisasi Puisi - Mobile Legend

EL MA'RIFAH 78

FESTIVAL PENA 2017

EL MA'RIFAH 78

FOTO BERSAMA

DIVISI DESAIN 78

KONSEPTOR ALBUM MSAA 78

Friday, 17 May 2024

Seminar Nasional dan Closing Ceremony UNITY 2024

 

Malang, 18 Mei 2024 — Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM) El-Ma'rifah Pusat Ma'had al-Jami'ah hari ini menggelar Seminar Nasional dan Closing Ceremony sebagai puncak acara Euphoria in Creativity (UNITY) 2024. Acara ini diselenggarakan dengan meriah dan penuh antusiasme oleh para peserta.

Seminar nasional ini menghadirkan dua pemateri ternama yang kiprahnya dalam dunia literasi dan digital sudah tidak diragukan lagi. Abdulloh Hamid, yang akrab disapa Gus Hamid, Direktur pesantren id, Pendiri Dunia Santri Community, serta Pembina di Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara dan Santri Design, tampil sebagai pemateri pertama. Dalam pemaparannya, Gus Abdullah Hamid menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda, khususnya mahasiswa Muslim, untuk mampu bersaing di era globalisasi dan mampu melakukan filterisasi di tengah guyuran gelombang informasi.

Pemateri kedua, Sutrisno Gustiraja Al-farizi, Founder dan CEO Penerbit Jagat Litera, membahas strategi dan tantangan dalam dunia kepenulisan dan penerbitan. Sutrisno Gustiraja Al-farizi memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana dunia literasi dan kepenulisan secara teknis berevolusi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan tetap relevan di tengah gempuran konten digital.

Acara UNITY 2024 ini telah diawali dengan serangkaian lomba-lomba yang mengasah kreativitas dan teknologi para peserta. Kompetisi yang diselenggarakan meliputi lomba fotografi, desain poster, cipta baca puisi, news anchor, dan mobile legend. Setiap lomba mendapat respons yang sangat positif dari para peserta, menunjukkan bakat dan semangat yang tinggi dalam berkompetisi.

Dalam sambutan pembuka seminar pagi ini, Cak Singo, Ketua Harian UPKM El-Ma'rifah, menyampaikan harapannya bahwa seluruh rangkaian acara UNITY 2024 dapat memberikan manfaat yang besar bagi para peserta. “Kami berharap acara ini memberi manfaat bagi para peserta, serta mendorong mereka untuk terus berkreasi dan berinovasi,” ujar Cak Singo.


Closing ceremony yang mengakhiri seluruh rangkaian acara UNITY 2024 berlangsung dengan penuh kehangatan. Para peserta pemenang lomba, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat merasakan kebanggaan atas suksesnya acara ini. Dengan berakhirnya UNITY 2024, diharapkan semangat kreativitas dan inovasi yang telah ditanamkan dapat terus berlanjut dan berkembang, menjadikan para peserta, terutama mahasantri, siap menghadapi tantangan masa depan. 


Penulis: Rojauna Zalfatthoriq

Thursday, 18 April 2024

Lailatus Sholawat dan Peringatan Milad: Refleksi dan Harapan atas Ma'had

Malang, 18 April 2024 —  Civitas Academica tampak memenuhi Masjid At-Tarbiyah saat Ma'had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) menggelar acara Lailatus Sholawat sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-23.

Acara yang dimulai setelah Sholat Isya ini diawali dengan lantunan sholawat dan pembacaan Maulid Diba yang menyejukkan hati. Nuansa kekhidmatan semakin terasa ketika Dr. KH. Ahmad Izzuddin M.HI., yang akrab disapa Buya Izzuddin, sebagai Mudir MSAA memberikan tausiyah agama yang mendalam.

Dalam tausiyahnya, Buya Izzuddin mengajak seluruh Civitas Academica MSAA, mulai dari para pengasuh, murabbi-murabbiah hingga musyrif-musyrifah, untuk merenung atas perjalanan pengabdian ini dalam pendidikan Islam yang berkualitas. Beliau bercerita tentang beberapa pihak yang datang kepada beliau mengeluhkan perilaku mahasiswa-mahasiswa yang bermasalah secara akademik hingga yang diproses di ranah hukum.

Buya Izzuddin juga berbagi tentang gairah dan tekadnya untuk melakukan revitalisasi total atas Ma'had. Dengan penuh semangat, Buya Izzuddin tak hanya menyoroti perjuangan para pihak yang terlibat dalam pendirian awal Ma'had, tetapi juga mengeksplorasi apakah visi awal pendirian MSAA telah terealisasi sesuai harapan.

"Mari kita hidupkan kembali filosofi awal pendirian Ma'had Al-Jami'ah, yaitu integrasi antara konsep pendidikan tinggi dan konsep pendidikan pesantren luhur, yang diharapkan dapat melahirkan generasi Muslim yang mampu memimpin kembali keemasan peradaban Islam dalam bidang keilmuan.", ungkap Buya Izzuddin.

Tak hanya itu, dengan keberanian yang menggugah hati, Buya bahkan telah menyampaikan pandangannya di hadapan para pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, bahwa perlu langkah-langkah konkret untuk mempercepat terwujudnya harapan tersebut.

Acara penuh hikmah ini ditutup dengan doa, mengisyaratkan kesatuan tekad dan harapan Civitas Academica MSAA agar senantiasa diberi kekuatan dan petunjuk dalam setiap langkahnya menuju perubahan yang diinginkan.

Acara lailatus sholawat ini tak hanya menjadi perayaan milad semata, tetapi juga momentum untuk merefleksikan dan memperkuat komitmen MSAA dalam membangun masa depan yang lebih gemilang bagi pendidikan Islam di Indonesia.


Penulis: Rojauna Zalfatthoriq

Sunday, 24 March 2024

Ibu Nyai Shinta Nuriyah: Puasa Mengajarkan Kita Akhlak dan Budi Pekerti yang Luhur!

 

Malang, 25 Maret 2024 — Dalam suasana yang penuh keheningan Senin dini hari ini, gedung rektorat dipenuhi oleh ratusan civitas academica Ma'had Sunan Ampel Al Aly (MSAA) serta berbagai tokoh masyarakat yang hadir dengan penuh antusias. Mereka berkumpul untuk mendengarkan pesan bijak dari seorang tokoh yang tidak asing lagi, Ibu Nyai Shinta Nuriyah.

Acara tersebut merupakan rangkaian safari Sahur Keliling 2024 yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Dr. (H.C). Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M. Hum, istri dari mantan Presiden RI sekaligus mantan Ketua PBNU, Gus Dur, menghadirkan satu pesan yang penuh makna: “Puasa adalah perisai dari keserakahan dan kemungkaran.”

Dalam ceramahnya, beliau mengajak para hadirin untuk merenung dan memaknai betapa pentingnya menjadikan puasa sebagai benteng yang kokoh dari sifat-sifat negatif tersebut. “Puasa mengajarkan apa kepada kita? akhlak dan budi pekerti yang luhur; karena puasa mengajarkan kita kesabaran, kejujuran, saling tolong menolong, saling menghormati, saling menghargai, saling mengasihi dan lain sebagainya,” ujar Ibu Nyai Shinta dengan penuh kearifan.

Tidak hanya sekadar memberikan ceramah, Ibu Nyai Shinta juga turut mengajak para hadirin untuk mengamalkan nilai-nilai puasa dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya sebagai panduan dalam berinteraksi dengan sesama anak bangsa dan lingkungan sekitar.

Safari sahur keliling yang menjadi tradisi tahunan Ibu Nyai Shinta Nuriyah ini tidak hanya memberikan energi spiritual bagi para hadirin, tetapi juga memberikan inspirasi serta motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan bermasyarakat.

Dengan penuh semangat dan keikhlasan, Ibu Nyai Shinta Nuriyah terus mengemban peran sebagai pemimpin spiritual yang tidak hanya menginspirasi generasi masa kini, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi mendatang dalam menjalani kehidupan yang penuh makna dengan nilai-nilai kemanusiaan.


Penulis: Bang Thoriq