UNITY 2020

Desain Maskot - Artikel - Cipta Cerpen - Fotografi - Musikalisasi Puisi - Mobile Legend

EL MA'RIFAH 78

FESTIVAL PENA 2017

EL MA'RIFAH 78

FOTO BERSAMA

DIVISI DESAIN 78

KONSEPTOR ALBUM MSAA 78

Thursday, 22 October 2026

UIN Malang Gelar Upacara Hari Santri Nasional 2026 Secara Serentak dan Meriah di Tiga Kampus


MALANG – Seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bersama Pusat Ma'had Al-Jami'ah (MSAA) menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 dengan penuh kemeriahan dan kekhidmatan pada Kamis (22/10/2026). Acara ini dilaksanakan secara serentak mulai pukul 06.00 WIB, tersebar di lapangan Kampus 1, Kampus 2, dan Kampus 3. Peringatan tahun ini mengusung tema strategis, "Santri Menguatkan Diri Menuju Indonesia Emas".

Upacara ini melibatkan ribuan peserta, mulai dari Rektor, jajaran staf, dosen, Musyrif/Musyrifah, Mudir dan pengasuh Pusat Ma'had Al-Jami'ah, hingga seluruh Mahasantri MSAA. Meskipun digelar di tiga lokasi berbeda, prosesi berlangsung dengan sangat khidmat, tertib, dan lancar. Di Kampus 1, bertindak sebagai pembina upacara adalah Mudir Pusat Ma'had Al-Jami'ah, Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M.HI., sementara di Kampus 3 amanah disampaikan langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., CAHRM., CRMP, dan di Kampus 2 oleh KH. Faruq (Pengasuh Mabna Ar-Razi).

Peringatan HSN 2026 di Kampus 2

Salah satu momen yang mendapat antusiasme tinggi adalah pemberian penghargaan kepada santri teladan dari masing-masing mabna di Kampus 1. Tepuk tangan dan sorakan dukungan dari teman-teman satu mabna mengiringi para penerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan keteladanan mereka.

Semarak peringatan semakin terasa melalui berbagai perlombaan yang melibatkan fakultas dan Ma’had. Di Kampus 3, suasana berlangsung lebih meriah dengan digelarnya lomba senam dan menghias tumpeng. Peserta dari berbagai kelompok menunjukkan kreativitas dan kekompakan mereka, menjadikan peringatan Hari Santri tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga ruang untuk membangun kebersamaan di lingkungan kampus.

Peringatan HSN 2026 di kampus 1

Kemeriahan berlanjut ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Mars Hari Santri dan lagu “Ya Lal Wathon” dengan penuh semangat. Lantunan lagu tersebut menghadirkan suasana yang khas, memadukan semangat kebangsaan dengan tradisi pesantren sekaligus mempererat rasa kekeluargaan keluarga besar UIN Malang dan MSAA.

Menambah spesialnya hari ini, Rektor UIN Malang ternyata sedang berulang tahun. Sebagai bentuk syukur, beliau menyediakan makanan dan jajanan gratis untuk seluruh peserta upacara, yang disambut gembira oleh para mahasantri. Kemeriahan Hari Santri tidak berhenti pada upacara bendera saja. Usai upacara formal, keriuhan berlanjut dengan berbagai perlombaan antar fakultas dan ma'had, seperti lomba senam dan lomba menghias tumpeng yang dipusatkan di Kampus 3. [Andyka, Dwi]



Thursday, 15 October 2026

Muharrik/ah MSAA 2026/2027 Resmi Dilantik: Bukan Sekadar Pengurus, tapi Siap Jadi Teladan


MALANG – Suasana khidmat menyelimuti lantai 2 Masjid Ulul Albab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (15/10/2026) malam. Selepas shalat Isya, Muharrik/ah Ma’had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) periode 2026/2027 resmi dilantik melalui prosesi pembaiatan yang menjadi puncak acara.

Rangkaian acara dibuka dengan lantunan qiroah sab’ah dari mahasantri, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Senandung MSAA, dan Mars MSAA. Prosesi penyerahan selempang dari presiden muharrik/ah periode sebelumnya kepada penerusnya menjadi momen simbolis estafet kepemimpinan di tubuh MSAA.

Dalam sambutannya, Pengasuh Bidang Kesantrian dan UPKM, Ibu Nyai Siti Makrifatul Hasanah, M.Pd., atau yang akrab disapa Ummik Titin, menegaskan bahwa menjadi muharrik/ah adalah bagian dari ibadah, dakwah, dan perjuangan bersama. 

                                        

“Muharrik harus menjadi uswatun hasanah. Ia harus menjadi yang pertama melakukan, menjadi teladan, baru kemudian memberi arahan,” pesan beliau di hadapan para muharrik/ah yang baru dilantik.

Sementara itu, Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang, Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.Hi., menyebut muharrik/ah menempati posisi penting dalam denyut kehidupan MSAA. Beliau berharap kehadiran muharrik/ah tahun ini membawa dimensi baru.

Beliau mendorong muharrik/ah menjadi corong aspirasi mahasantri. Mahasantri diharapkan tidak hanya menerima instruksi, tetapi terlibat aktif mengonsep kegiatan dan merasa memiliki ma’had.

Kepada para murobbi/ah, beliau berpesan agar mencari mahasantri terbaik sebagai kader. Setelah kepengurusan di tiap mabna terbentuk, perwakilan akan disowankan ke tingkat pusat dan dipertemukan dengan rektor, wakil rektor, hingga kepala bagian. “Mereka nantinya menjadi penyambung lidah dari apa yang ada di MSAA,” ujar beliau. 

                                    

Setelah pembaiatan, perwakilan presiden muharrik/ah yang baru menyampaikan pidato. Hadirin kemudian disuguhi video rewind perjalanan muharrik/ah, lalu acara ditutup dengan doa dan dokumentasi bersama. Di akhir, setiap mabna berfoto bersama muharrik/ah masing-masing.

Dengan dilantiknya muharrik/ah baru, MSAA berharap lahir generasi penggerak yang meneladani, merangkul, dan menyuarakan mahasantri, sehingga ma’had menjadi rumah bersama yang hidup dan berdaya. (Aat, Dwi)

Saturday, 5 September 2026

Dingin Malam Tak Surutkan Semangat, NARASI 2026 Hidupkan Ma'had Kampus 3

 

Dingin Malam Tak Surutkan Semangat, NARASI 2026 Hidupkan Ma'had Kampus 3 

Foto: Moment Gebyar UPKM 2026 di Ma'had Kampus 3

Malam di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terasa dingin dan berangin, Sabtu (5/9/2026). Namun, udara yang menusuk tidak cukup untuk meredam antusiasme para mahasantri yang berkumpul di depan ITC. Malam itu, panggung NARASI (Gebyar UPKM 2026) justru menjadi ruang yang hangat oleh kreativitas, semangat, dan sorak para penonton.

Mengusung tema “Merawat Nalar, Menghidupkan Kreativitas, Meneguhkan Nilai”, Gebyar UPKM 2026 kali ini hadir di Kampus 3 setelah sebelumnya digelar di Kampus 1 pada Kamis (3/9/2026). Jika Kampus 1 telah lebih dahulu menjadi ruang perkenalan dan ekspresi kreativitas UPKM, kini giliran mahasantri Kampus 3 merasakan kemeriahan yang sama melalui rangkaian penampilan dan pengenalan Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM).

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut diawali dengan rangkaian acara formal, yakni pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Mars MSAA, sambutan Pengasuh Mabna Khawarizmi, sambutan Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah, serta doa. Setelah rangkaian formal selesai, suasana berubah menjadi lebih dinamis ketika tiga UPKM mengambil alih panggung untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka.

Foto: Penampilan dari UPKM El Ma'rifah

Ketiga UPKM tidak sekadar tampil untuk menghibur. Masing-masing membawa cara tersendiri untuk memperkenalkan organisasi mereka kepada mahasantri. Melalui penampilan yang telah dipersiapkan, mereka menunjukkan potensi, aktivitas, dan ruang kreativitas yang dapat menjadi wadah bagi mahasantri untuk mengembangkan minat dan bakatnya.

Antusiasme pun terasa dari sisi penonton. Meski udara malam Kampus 3 cukup dingin, para mahasantri tetap memenuhi area depan ITC dan mengikuti jalannya acara dengan semangat. Tidak hanya peserta, para pengasuh dan Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah juga turut menikmati setiap penampilan yang disuguhkan.

Ada sesuatu yang menarik dari malam itu; semakin dingin udara Kampus 3, semakin hangat suasana di depan panggung. Tepuk tangan, sorakan, dan antusiasme penonton seolah menjadi penghangat di tengah angin malam yang terus berembus.

Kehadiran Gebyar UPKM di Kampus 3 sekaligus memperluas ruang bagi mahasantri untuk mengenal berbagai UPKM yang ada di lingkungan MSAA. Organisasi-organisasi tersebut dirancang sebagai wadah pengembangan kreativitas dan potensi mahasantri, sehingga keberadaannya tidak hanya menjadi pelengkap kehidupan kemahasiswaan, tetapi juga ruang bagi mereka untuk mencoba, berkarya, dan menemukan kemampuan yang dimiliki.

Setelah Kampus 1 menjadi pembuka kemeriahan Gebyar UPKM pada 3 September, Kampus 3 melanjutkan cerita itu dua hari kemudian melalui NARASI. Panggung tersebut menjadi pengingat bahwa kreativitas membutuhkan ruang untuk tumbuh dan setiap mahasantri memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari proses tersebut.

Di tengah dinginnya malam Kampus 3, NARASI menunjukkan bahwa kreativitas tidak mengenal suhu. Selama ada ruang untuk berkarya, selalu ada alasan untuk tetap menyala. [Fira]