UNITY 2020

Desain Maskot - Artikel - Cipta Cerpen - Fotografi - Musikalisasi Puisi - Mobile Legend

EL MA'RIFAH 78

FESTIVAL PENA 2017

EL MA'RIFAH 78

FOTO BERSAMA

DIVISI DESAIN 78

KONSEPTOR ALBUM MSAA 78

Thursday, 15 October 2026

Muharrik/ah MSAA 2026/2027 Resmi Dilantik: Bukan Sekadar Pengurus, tapi Siap Jadi Teladan


MALANG – Suasana khidmat menyelimuti lantai 2 Masjid Ulul Albab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (15/10/2026) malam. Selepas shalat Isya, Muharrik/ah Ma’had Sunan Ampel Al-Aly (MSAA) periode 2026/2027 resmi dilantik melalui prosesi pembaiatan yang menjadi puncak acara.

Rangkaian acara dibuka dengan lantunan qiroah sab’ah dari mahasantri, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, Senandung MSAA, dan Mars MSAA. Prosesi penyerahan selempang dari presiden muharrik/ah periode sebelumnya kepada penerusnya menjadi momen simbolis estafet kepemimpinan di tubuh MSAA.

Dalam sambutannya, Pengasuh Bidang Kesantrian dan UPKM, Ibu Nyai Siti Makrifatul Hasanah, M.Pd., atau yang akrab disapa Ummik Titin, menegaskan bahwa menjadi muharrik/ah adalah bagian dari ibadah, dakwah, dan perjuangan bersama. 

                                        

“Muharrik harus menjadi uswatun hasanah. Ia harus menjadi yang pertama melakukan, menjadi teladan, baru kemudian memberi arahan,” pesan beliau di hadapan para muharrik/ah yang baru dilantik.

Sementara itu, Mudir Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang, Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.Hi., menyebut muharrik/ah menempati posisi penting dalam denyut kehidupan MSAA. Beliau berharap kehadiran muharrik/ah tahun ini membawa dimensi baru.

Beliau mendorong muharrik/ah menjadi corong aspirasi mahasantri. Mahasantri diharapkan tidak hanya menerima instruksi, tetapi terlibat aktif mengonsep kegiatan dan merasa memiliki ma’had.

Kepada para murobbi/ah, beliau berpesan agar mencari mahasantri terbaik sebagai kader. Setelah kepengurusan di tiap mabna terbentuk, perwakilan akan disowankan ke tingkat pusat dan dipertemukan dengan rektor, wakil rektor, hingga kepala bagian. “Mereka nantinya menjadi penyambung lidah dari apa yang ada di MSAA,” ujar beliau. 

                                    

Setelah pembaiatan, perwakilan presiden muharrik/ah yang baru menyampaikan pidato. Hadirin kemudian disuguhi video rewind perjalanan muharrik/ah, lalu acara ditutup dengan doa dan dokumentasi bersama. Di akhir, setiap mabna berfoto bersama muharrik/ah masing-masing.

Dengan dilantiknya muharrik/ah baru, MSAA berharap lahir generasi penggerak yang meneladani, merangkul, dan menyuarakan mahasantri, sehingga ma’had menjadi rumah bersama yang hidup dan berdaya. (Aat, Dwi)

Saturday, 5 September 2026

Dingin Malam Tak Surutkan Semangat, NARASI 2026 Hidupkan Ma'had Kampus 3

 

Dingin Malam Tak Surutkan Semangat, NARASI 2026 Hidupkan Ma'had Kampus 3 

Foto: Moment Gebyar UPKM 2026 di Ma'had Kampus 3

Malam di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terasa dingin dan berangin, Sabtu (5/9/2026). Namun, udara yang menusuk tidak cukup untuk meredam antusiasme para mahasantri yang berkumpul di depan ITC. Malam itu, panggung NARASI (Gebyar UPKM 2026) justru menjadi ruang yang hangat oleh kreativitas, semangat, dan sorak para penonton.

Mengusung tema “Merawat Nalar, Menghidupkan Kreativitas, Meneguhkan Nilai”, Gebyar UPKM 2026 kali ini hadir di Kampus 3 setelah sebelumnya digelar di Kampus 1 pada Kamis (3/9/2026). Jika Kampus 1 telah lebih dahulu menjadi ruang perkenalan dan ekspresi kreativitas UPKM, kini giliran mahasantri Kampus 3 merasakan kemeriahan yang sama melalui rangkaian penampilan dan pengenalan Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM).

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut diawali dengan rangkaian acara formal, yakni pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Mars MSAA, sambutan Pengasuh Mabna Khawarizmi, sambutan Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah, serta doa. Setelah rangkaian formal selesai, suasana berubah menjadi lebih dinamis ketika tiga UPKM mengambil alih panggung untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka.

Foto: Penampilan dari UPKM El Ma'rifah

Ketiga UPKM tidak sekadar tampil untuk menghibur. Masing-masing membawa cara tersendiri untuk memperkenalkan organisasi mereka kepada mahasantri. Melalui penampilan yang telah dipersiapkan, mereka menunjukkan potensi, aktivitas, dan ruang kreativitas yang dapat menjadi wadah bagi mahasantri untuk mengembangkan minat dan bakatnya.

Antusiasme pun terasa dari sisi penonton. Meski udara malam Kampus 3 cukup dingin, para mahasantri tetap memenuhi area depan ITC dan mengikuti jalannya acara dengan semangat. Tidak hanya peserta, para pengasuh dan Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah juga turut menikmati setiap penampilan yang disuguhkan.

Ada sesuatu yang menarik dari malam itu; semakin dingin udara Kampus 3, semakin hangat suasana di depan panggung. Tepuk tangan, sorakan, dan antusiasme penonton seolah menjadi penghangat di tengah angin malam yang terus berembus.

Kehadiran Gebyar UPKM di Kampus 3 sekaligus memperluas ruang bagi mahasantri untuk mengenal berbagai UPKM yang ada di lingkungan MSAA. Organisasi-organisasi tersebut dirancang sebagai wadah pengembangan kreativitas dan potensi mahasantri, sehingga keberadaannya tidak hanya menjadi pelengkap kehidupan kemahasiswaan, tetapi juga ruang bagi mereka untuk mencoba, berkarya, dan menemukan kemampuan yang dimiliki.

Setelah Kampus 1 menjadi pembuka kemeriahan Gebyar UPKM pada 3 September, Kampus 3 melanjutkan cerita itu dua hari kemudian melalui NARASI. Panggung tersebut menjadi pengingat bahwa kreativitas membutuhkan ruang untuk tumbuh dan setiap mahasantri memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari proses tersebut.

Di tengah dinginnya malam Kampus 3, NARASI menunjukkan bahwa kreativitas tidak mengenal suhu. Selama ada ruang untuk berkarya, selalu ada alasan untuk tetap menyala. [Fira]

Thursday, 3 September 2026

Gebyar UPKM 2026: Tiga UPKM Unjuk Potensi, Ajak Mahasantri Kenali Ruang Kreativitas

 

Gebyar UPKM 2026: Tiga UPKM Unjuk Potensi, Ajak Mahasantri Kenali Ruang Kreativitas 

Foto: Moment Gebyar UPKM 2026

Malang, 3 September 2026 — Suasana halaman Mabna Al-Ghazali berubah semarak pada Kamis (3/9/2026) malam. Ratusan mahasantri berkumpul dalam Gebyar UPKM, sebuah kegiatan yang menjadi momentum bagi tiga Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM) untuk memperkenalkan potensi, kegiatan, dan ruang pengembangan diri yang mereka miliki.

Gebyar UPKM melibatkan tiga organisasi, yakni Jam’iyyah Dakwah wa Al-Fan Al-Islami (JDFI), El Ma’rifah, dan Halaqah Ilmiah (HI). Berbeda dari sekadar panggung hiburan, kegiatan ini menghadirkan anggota dari masing-masing UPKM untuk menunjukkan secara langsung berbagai kemampuan dan aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan organisasi mereka.

Penampilan para pengurus UPKM menjadi daya tarik utama malam tersebut. Setiap UPKM membawa ciri khasnya masing-masing sebagai bentuk promosi kepada para mahasantri. Melalui penampilan tersebut, mereka tidak hanya menunjukkan apa yang mampu dilakukan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai apa saja yang dapat dipelajari, dikembangkan, dan dilakukan ketika bergabung dengan UPKM.

Foto: Pengasuh Bidang Kesantrian dan UPKM

Di tengah rangkaian acara, Pengasuh Bidang Kesantrian dan UPKM, Ustadzah Siti Ma’rifatul Hasanah, M.Pd., mengimbau para mahasantri untuk memilih UPKM sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Menurutnya, keberadaan UPKM diharapkan menjadi wadah bagi mahasantri untuk mengasah serta mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Tak berhenti di atas panggung, masing-masing UPKM juga menyediakan stan di area belakang acara. Stan tersebut menjadi ruang bagi anggota UPKM untuk memperkenalkan lebih jauh organisasi mereka, termasuk memamerkan berbagai karya dan prestasi yang telah dihasilkan. Kehadiran stan membuat kegiatan promosi tidak hanya berlangsung melalui penampilan, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan para mahasantri.

Foto: Pengurus UPKM El Ma'rifah

Akhirnya, Gebyar UPKM menjadi panggung perkenalan bagi tiga UPKM untuk menunjukkan identitas mereka kepada lingkungan mahasantri. JDFI, El Ma’rifah, dan Halaqah Ilmiah tidak hanya memperlihatkan hasil dari proses yang telah mereka jalani, tetapi juga menawarkan ruang bagi mahasantri lain untuk ikut belajar dan berkembang di dalamnya.

Sebab, di balik setiap penampilan malam itu, ada pesan sederhana yang ingin disampaikan, yaitu UPKM bukan hanya tempat untuk bergabung, melainkan ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri. [Dinda]