UNITY 2020

Desain Maskot - Artikel - Cipta Cerpen - Fotografi - Musikalisasi Puisi - Mobile Legend

EL MA'RIFAH 78

FESTIVAL PENA 2017

EL MA'RIFAH 78

FOTO BERSAMA

DIVISI DESAIN 78

KONSEPTOR ALBUM MSAA 78

Saturday, 5 September 2026

Dingin Malam Tak Surutkan Semangat, NARASI 2026 Hidupkan Ma'had Kampus 3

 

Dingin Malam Tak Surutkan Semangat, NARASI 2026 Hidupkan Ma'had Kampus 3 

Foto: Moment Gebyar UPKM 2026 di Ma'had Kampus 3

Malam di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terasa dingin dan berangin, Sabtu (5/9/2026). Namun, udara yang menusuk tidak cukup untuk meredam antusiasme para mahasantri yang berkumpul di depan ITC. Malam itu, panggung NARASI (Gebyar UPKM 2026) justru menjadi ruang yang hangat oleh kreativitas, semangat, dan sorak para penonton.

Mengusung tema “Merawat Nalar, Menghidupkan Kreativitas, Meneguhkan Nilai”, Gebyar UPKM 2026 kali ini hadir di Kampus 3 setelah sebelumnya digelar di Kampus 1 pada Kamis (3/9/2026). Jika Kampus 1 telah lebih dahulu menjadi ruang perkenalan dan ekspresi kreativitas UPKM, kini giliran mahasantri Kampus 3 merasakan kemeriahan yang sama melalui rangkaian penampilan dan pengenalan Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM).

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut diawali dengan rangkaian acara formal, yakni pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Mars MSAA, sambutan Pengasuh Mabna Khawarizmi, sambutan Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah, serta doa. Setelah rangkaian formal selesai, suasana berubah menjadi lebih dinamis ketika tiga UPKM mengambil alih panggung untuk menampilkan kreativitas terbaik mereka.

Foto: Penampilan dari UPKM El Ma'rifah

Ketiga UPKM tidak sekadar tampil untuk menghibur. Masing-masing membawa cara tersendiri untuk memperkenalkan organisasi mereka kepada mahasantri. Melalui penampilan yang telah dipersiapkan, mereka menunjukkan potensi, aktivitas, dan ruang kreativitas yang dapat menjadi wadah bagi mahasantri untuk mengembangkan minat dan bakatnya.

Antusiasme pun terasa dari sisi penonton. Meski udara malam Kampus 3 cukup dingin, para mahasantri tetap memenuhi area depan ITC dan mengikuti jalannya acara dengan semangat. Tidak hanya peserta, para pengasuh dan Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah juga turut menikmati setiap penampilan yang disuguhkan.

Ada sesuatu yang menarik dari malam itu; semakin dingin udara Kampus 3, semakin hangat suasana di depan panggung. Tepuk tangan, sorakan, dan antusiasme penonton seolah menjadi penghangat di tengah angin malam yang terus berembus.

Kehadiran Gebyar UPKM di Kampus 3 sekaligus memperluas ruang bagi mahasantri untuk mengenal berbagai UPKM yang ada di lingkungan MSAA. Organisasi-organisasi tersebut dirancang sebagai wadah pengembangan kreativitas dan potensi mahasantri, sehingga keberadaannya tidak hanya menjadi pelengkap kehidupan kemahasiswaan, tetapi juga ruang bagi mereka untuk mencoba, berkarya, dan menemukan kemampuan yang dimiliki.

Setelah Kampus 1 menjadi pembuka kemeriahan Gebyar UPKM pada 3 September, Kampus 3 melanjutkan cerita itu dua hari kemudian melalui NARASI. Panggung tersebut menjadi pengingat bahwa kreativitas membutuhkan ruang untuk tumbuh dan setiap mahasantri memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari proses tersebut.

Di tengah dinginnya malam Kampus 3, NARASI menunjukkan bahwa kreativitas tidak mengenal suhu. Selama ada ruang untuk berkarya, selalu ada alasan untuk tetap menyala. [Fira]

Thursday, 3 September 2026

Gebyar UPKM 2026: Tiga UPKM Unjuk Potensi, Ajak Mahasantri Kenali Ruang Kreativitas

 

Gebyar UPKM 2026: Tiga UPKM Unjuk Potensi, Ajak Mahasantri Kenali Ruang Kreativitas 

Foto: Moment Gebyar UPKM 2026

Malang, 3 September 2026 — Suasana halaman Mabna Al-Ghazali berubah semarak pada Kamis (3/9/2026) malam. Ratusan mahasantri berkumpul dalam Gebyar UPKM, sebuah kegiatan yang menjadi momentum bagi tiga Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM) untuk memperkenalkan potensi, kegiatan, dan ruang pengembangan diri yang mereka miliki.

Gebyar UPKM melibatkan tiga organisasi, yakni Jam’iyyah Dakwah wa Al-Fan Al-Islami (JDFI), El Ma’rifah, dan Halaqah Ilmiah (HI). Berbeda dari sekadar panggung hiburan, kegiatan ini menghadirkan anggota dari masing-masing UPKM untuk menunjukkan secara langsung berbagai kemampuan dan aktivitas yang menjadi bagian dari kehidupan organisasi mereka.

Penampilan para pengurus UPKM menjadi daya tarik utama malam tersebut. Setiap UPKM membawa ciri khasnya masing-masing sebagai bentuk promosi kepada para mahasantri. Melalui penampilan tersebut, mereka tidak hanya menunjukkan apa yang mampu dilakukan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai apa saja yang dapat dipelajari, dikembangkan, dan dilakukan ketika bergabung dengan UPKM.

Foto: Pengasuh Bidang Kesantrian dan UPKM

Di tengah rangkaian acara, Pengasuh Bidang Kesantrian dan UPKM, Ustadzah Siti Ma’rifatul Hasanah, M.Pd., mengimbau para mahasantri untuk memilih UPKM sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing. Menurutnya, keberadaan UPKM diharapkan menjadi wadah bagi mahasantri untuk mengasah serta mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Tak berhenti di atas panggung, masing-masing UPKM juga menyediakan stan di area belakang acara. Stan tersebut menjadi ruang bagi anggota UPKM untuk memperkenalkan lebih jauh organisasi mereka, termasuk memamerkan berbagai karya dan prestasi yang telah dihasilkan. Kehadiran stan membuat kegiatan promosi tidak hanya berlangsung melalui penampilan, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan para mahasantri.

Foto: Pengurus UPKM El Ma'rifah

Akhirnya, Gebyar UPKM menjadi panggung perkenalan bagi tiga UPKM untuk menunjukkan identitas mereka kepada lingkungan mahasantri. JDFI, El Ma’rifah, dan Halaqah Ilmiah tidak hanya memperlihatkan hasil dari proses yang telah mereka jalani, tetapi juga menawarkan ruang bagi mahasantri lain untuk ikut belajar dan berkembang di dalamnya.

Sebab, di balik setiap penampilan malam itu, ada pesan sederhana yang ingin disampaikan, yaitu UPKM bukan hanya tempat untuk bergabung, melainkan ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri. [Dinda]


Tuesday, 25 August 2026

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di MSAA

 

Gebyar Maulid Nabi di MSAA UIN Malang: Merawat Cinta Nabi, Menguatkan Kebersamaan Mahasantri

                                                                                    Foto: Semarak Maulid Nabi di Kampus 1 UIN Malang

MALANG — Gema shalawat terdengar dari dua penjuru kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selasa (25/8/2026), Pusat Ma’had Al-Jami’ah (MSAA) UIN Malang menggelar Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kampus 1 dan Kampus 3. Bukan sekadar peringatan hari kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara pimpinan, civitas akademika, pengelola Ma’had, dan para mahasantri.

Di Kampus 1, rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sejak para tamu dan mahasantri mulai berdatangan, suasana semarak telah terasa. Dekorasi sederhana berupa jajanan yang digantung menghiasi area kegiatan, menghadirkan nuansa akrab yang berpadu dengan suasana religius.

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari”, acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana kemudian semakin khidmat ketika Imam Syafi’i, salah seorang musyrif, membawakan puisi bertema Rasulullah SAW. Lantunan Maulid Diba’ yang dibawakan Tim Hadroh JDFI selanjutnya memenuhi ruang Sport Center dan mengajak seluruh hadirin bershalawat bersama.

Foto: Pemberian donasi kepada mahasantri yang terdampak bencana NTT

Peringatan Maulid di Kampus 1 juga diwarnai dengan kepedulian sosial. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan donasi kepada mahasantri korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan donasi didampingi Mudir Pusat Ma’had Al-Jami’ah, Dr. Kyai Ahmad Izzuddin, M.HI. Di tengah lantunan shalawat dan suasana perayaan, perhatian turut diarahkan kepada mereka yang sedang menghadapi masa sulit.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada lantunan shalawat, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama. Bantuan yang diberikan menjadi bentuk sederhana dari semangat berbagi dan menguatkan, sekaligus menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata.

Foto: Semarak Maulid Nabi di Kampus 3 UIN Malang

Sementara itu, kemeriahan Maulid juga berlangsung di Kampus 3 UIN Malang. Rangkaian acara dibuka dengan shalawat, kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Mahallul Qiyam. Pesan keteladanan Rasulullah disampaikan melalui mau’izhah hasanah oleh Pengasuh Mabna Rabi’ah Al-Adawiyah, Ustadzah Siti Ma’rufatul Hasanah, M.Pd.

Setelah tausiyah, doa dipanjatkan oleh Pengasuh Mabna Al-Khawarizmi, Abdul Hakim, S.Si., M.Pd., Apt., M.Farm. Suasana yang semula khidmat kemudian berubah menjadi lebih cair melalui sesi have fun. Para mahasantri diajak mengikuti permainan menarik berupa tarik-tarikan jajanan yang digantung, menghadirkan gelak tawa dan keceriaan di tengah rangkaian peringatan Maulid.

Kebersamaan akhirnya ditutup dengan makan bersama para mahasantri. Hidangan yang tersaji menjadi simbol sederhana tentang kebersamaan: tidak ada jarak antara pengelola Ma’had dan mahasantri, semuanya duduk dalam satu suasana keakraban.

Dari Kampus 1 hingga Kampus 3, Gebyar Maulid Nabi 2026 menunjukkan bahwa memperingati kelahiran Rasulullah SAW dapat dilakukan dengan beragam cara, seperti bershalawat, mendengarkan nasihat, berbagi, hingga menghadirkan kegembiraan bersama.

Lebih dari sekadar seremoni tahunan, peringatan ini membawa satu pesan penting: meneladani Rasulullah bukan hanya tentang mengenang akhlaknya, tetapi tentang menghadirkan nilai kasih sayang, kepedulian, kebersamaan, dan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari. [Sabrina, Abida, Dwi]