UNITY 2020

Desain Maskot - Artikel - Cipta Cerpen - Fotografi - Musikalisasi Puisi - Mobile Legend

EL MA'RIFAH 78

FESTIVAL PENA 2017

EL MA'RIFAH 78

FOTO BERSAMA

DIVISI DESAIN 78

KONSEPTOR ALBUM MSAA 78

Sunday, 8 November 2020

Sukses Gelar "NGOPI" Jilid 1 dan 2, Pusat Ma’had Al-Jami’ah Gelar "NGOPI" Jilid 3 Bertajuk "Urgensi Relasi Syari'at dan Hakikat dalam Perspektif Tasawwuf"

 


Malang, El-Ma’rifah - Lantunan Sholawat terdengar merdu di gedung Sport Center Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim pada sabtu (7/11) malam, tepatnya pukul 19.30 WIB. Sholawat yang dilantunkan oleh grup "Syubbanul Musyrifin" tersebut merupakan rangkaian pra acara "NGOPI" Jilid 3: Urgensi Relasi Syari'at dan Hakikat dalam Perspektif Tasawwuf yang diadakan oleh Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang.

 

Acara yang dihadiri oleh musyrif/ah, santri tahfidz, santri ma'had aly, jajaran murabbi, staf dan pengasuh Pusat Ma’had Al-Jami’ah tersebut berlangsung santai tetapi penuh makna. K.H. M.Nizam As-Shofa, pengasuh Pondok Pesantren Ahlus Shofa Wal Wafa Sidoarjo merupakan pemateri dalam acara tersebut. Acara tersebut dimulai dengan pembacaan tawassul dan nadzom yang dipandu langsung oleh Gus Nizam, sapaan akrab beliau, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Drs. K.H. Chamzawi, M.Ag, salah satu pengasuh Pusat Ma'had Al-Jami'ah UIN Malang.

 

Dalam sambutannya, Kyai Chamzawi, panggilan beliau, menyampaikan bahwa sesuatu yang diistiqomahkan akan menjadi karomah. Beliau juga berdoa agar semua yang hadir dalam acara tersebut senantiasa diberi hidayah oleh Allah SWT. "Semoga kita diberi hidayah oleh Allah SWT bukan hanya sekedar tau, tetapi juga dapat mengamalkan" kata beliau.

 

Selanjutnya dimulailah kajian oleh Gus Nizam. Gus Nizam dalam kajiannya menjelaskan bahwa tasawwuf merupakan wilayah bathin yang mencangkup adab dan tata krama, sedangkan fiqih merupakan wilayah dzahir yang mencangkup tata cara ibadah, muamalah, kehidupan sosial, dan aspek-aspek lainnya yang berkaitan dengan dzahiriyah manusia. Gus Nizam juga menjelaskan bahwa siapa saja yang belum mengetahui seluk beluk nafsunya, maka ia belum mengetahui tuhannya, begitu pula sebaliknya. Hal tersebut beliau sampaikan berdasarkan hadits Rasulullah SAW: "Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu"

 

Beliau (Gus Nizam) juga memaparkan tentang macam-macam nafsu beserta penyakitnya. Salah satu penyakit nafsu adalah syariat bloko. Syariat bloko dalam penjelasan beliau seperti seseorang yang syahadat dan segala ibadah yang dijalankannya hanya di luar saja, tidak dimaknai secara mendalam.

 

Gus Nizam juga menjelaskan tentang pentingnya kita sebagai manusia untuk memerangi nafsu yang buruk, dan untuk itulah perlunya relasi antara hakikat dengan syari'at. Beliau memberikan permisalan bahwa hakikat dan syari'at itu seperti sepasang sandal atau sepatu. "Syari'at dan hakikat itu seperti sandal atau sepatu, hilang 1, tiada gunanya, walaupun sandal itu terbuat dari kristal atau emas" paparnya. Beliau juga memberi permisalan lain terkait hubungan antara hakikat dan syariat, yaitu bagaikan gula dengan rasa manisnya.

 

Lebih lanjut Gus Nizam menjelaskan tentang "pengabdian murni" yang merupakan implementasi dari rasa syukur seseorang terhadap sang Khaliq. Hal tersebut merupakan kewajiban seorang hamba Allah yang termaktub dalam Al-Qur'an: wamaa kholaqtul jinna wal insa illaa liya'buduuni (tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembahKu).

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab. Para audiens nampak antusias memberikan pertanyaan kepada Gus Nizam dan beliau pun menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan lancar. Gus Nizam dalam salah satu jawabannya memaparkan bahwa tasawwuf itu seperti bahrun laa saahila lahu (laut yang tiada ujungnya). "Tasawwuf itu sulit bagi yang memahaminya dengan akal nafsu, tapi mudah bagi yang lahu an-nuur (diberi cahaya)" tambahnya.

 

Acara yang berakhir pada pukul 22.30 tersebut ditutup dengan pembacaan qasidah kun shofiyyan, alal qur'an, dan yaa saalik yang dilantunkan oleh Gus Nizam bersama dengan para audiens kemudian dilanjut pembacaan doa oleh Kyai Chamzawi. Rasa semangat menuntut ilmu pun masih terlihat pada diri audiens meskipun acara sudah berakhir. Hal tersebut dibuktikan dengan besarnya harapan mereka agar acara tersebut diadakan lagi. "Semoga acara tersebut bisa diistiqomahkan terus. Acara tersebut sangat bagus, karena memberi wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi dan belajar terkait tasawuf" kata Muhammad Khozinul Asror, salah satu peserta kajian.(hk)

Thursday, 29 October 2020

Meriahnya Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Malang



Malang, El-Ma'rifah - Lantunan shalawat nabi sambut kedatangan para sivitas akademika Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang menghadiri peringatan maulid nabi di kampus ulul albab ini (29/10). Bertempat di Masjid At-tarbiyah (red mastar), acara ini berlangsung semarak dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Suasana semakin meriah dengan gantungan jajan dan pohon uang yang merupakan ciri khas tradisi maulidan.

Dalam sambutannya, Ust. Izzuddin berharap acara yang bertema “Semangat Santri meneladani akhlak Nabi Muhammad di tengah pandemi” ini bisa meningkatkan eksistensi umat islam dengan kemajuan intelektual dan kedalaman spiritual yang dihiasi dengan keagungan akhlak nabi. Acara bertambah syahdu dengan pembacaan aneka shalawat  diiringi dengan tabuhan rebana yang indah oleh para Syubbanul Musyrifin sembari menunggu kedatangan KH. Marzuki Mustamar.

Shalawat tholaal badru menyambut kedatangan ketua PWNU jawa Timur sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek itu. Dalam mauidhah hasanahnya, beliau mengingatkan pentingnya menjaga eksistensi negara dan eksistensi sebagai mayoritas umat ahlus sunnah wal-jama’ah dengan moralitas yang baik. Akhlak yang utama adalah sifat jujur sebagai pondasi segala aspek kehidupan yang mencerminkan wajah islam yang sempurna dipadukan dengan ketakwaan. “jangan mengutamakan penampilan tapi moralitas. Mahasiswa UIN harus bermoral, yang terpenting akhlak. Pokoknya jujur. “ tutupnya.

Meskipun sudah semakin malam, keseruan acara berlanjut saat para hadiri berebut menarik jajan dan uang. Pesta kembang api juga mewarnai langit kampus ulul albab yang mengistiqomahkan perayaan maulid nabi setiap tahunnya ini. Meriahnya acara ini tak lepas dari totalitas para panitia yang mempersiapkan acara ini dengan baik meski dalam pandemi.

“ acara maulid kali ini berkesan banget soalnya beda dari tahun-tahun sebelumnya. Tetap meriah meskipun ga ada mahasantri. Panitia dari divisi ubudiyah yang dibantu murabbi/ah juga kompak banget, udah kayak keluarga dalam mempersiapkan acara ini jauh-jauh hari.” Ucap Yenni, salah satu panitia perayaan maulid nabi. (df)

Wednesday, 16 September 2020

PUSAT MA'HAD AL-JAMI'AH SUKSES MENYELENGGARAKAN TA'ARUF MA'HADI 2020/2021 DI TENGAH PANDEMI


Malang, El-Ma’rifah - Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Ta’aruf Ma'hadi secara virtual dengan memanfaatkan YouTube  sebagai media agar informasi dan pesan dapat tersampaikan dengan baik. Kendati demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat Mahasantri untuk mengikuti rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia. 

Ta’aruf Ma’hadi yang mengusung tema “Mencetak Generasi Tangguh, Inovatif, dan Berkarakter Ulul Albab” ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 14 dan 15 September 2020. Kegiatan  ini bertujuan agar Mahasantri saling mengenal satu sama lain, baik antar Mahasantri, Musyrif/ah, Murabbi/ah, dan pengasuh, serta menumbuhkan rasa cinta, sekaligus sebagai sarana informasi kegiatan Ma’had selama satu tahun kedepan.

Hari pertama (14/9) Ta’aruf Ma’hadi fokus pada pengenalan Mahad secara umun dan program kegiatan Ma’had selama satu tahun kedepan yang diawali dengan pelaksanaan placement test, lalu dilanjutkan dengan kegiatan akademik, seperti Ta'lim Afkar al-Islamiyah, Ta'lim al-Qur’an, dan Ta'lim Bahasa secara daring.  Selain itu juga ada kegiatan non akademik yang bergerak dalam pengembangan minat dan bakat mahasantri, yang terangkum dalam Unit Pengembangan Kreativitas Mahasantri (UPKM), seperti Jam’iyah Dakwah wal Fan al-Islamiyah (JDFI), Halaqah Ilmiah, dan El-Ma’rifah. 

Pada hari berikutnya (15/9), Ta’aruf Ma’hadi digelar di Mabna masing-masing bersama Pengasuh, Murabbi/ah, dan Musyrif/ah tiap Mabna. Pembahasan kali ini fokus pada pengenalan struktur Mahad dan Mabna beserta tupoksi-tupoksinya, urgensi Ma’had, pola pendampingan, serta hal-hal penting mengenai integrasi Mahad dan kampus. 

Pada akhir sambutan, salah satu pengasuh Pusat Ma'had Al-Jami'ah, Dr. Nyai Hj. Dewi Chamidah, M.Pd.I., memberikan ucapan selamat dan semangat kepada para Mahasantri, “Selamat berprestasi, selamat berkarya, lakukan semua kegiatan aktivitas akademik dan non-akademik yang ada di Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan penuh tanggung jawab, kreativitas, dan cinta kasih,” tutur beliau. 

Kegiatan ini banyak mendapat respon positif dan apresiasi luar biasa, baik dari Mahasantri, alumni dan jajaran pengasuh sebab  berjalan dengan baik, informatif, dan memuaskan, walaupun terselenggara di tengah pandemi Covid-19. (hsn)